Part.5
“Don’t Cry”
“Apa!ucap
Yuri menutup telepon”.
Ia terduduk
dan menagis,sehingga isak tangisnya terdengar oleh Rafa dan Arifha.Rafa dan
Arifha pun datang menghampiri Yuri.
“Enggak...enggak
mungkin...ucap Yuri penuh tak percaya”.
“Kenapa
Yur?kenapa siapa yang telepon?tanya Rafa”.
“Kenapa
Yur?siapa yang telepon tadi?ucap Arifha ulang kata Rafa”.
“Eyang
Raf..eyang Raf...ucap Yuri masih menangis”.
“Kenapa
eyang.ucap Rafa yang ikut menangis juga”.
“Ada apa
dengan eyang,Yur?tanya Arifha penasaran dan tanpa sadar air matanya jatuh”.
“Pesawat...yang
ditumpangi eyang...
“Kenapa
Yur?kenapa?tanya Rafa penasaran”.
“Kecelaka...ann...ucap
Yuri dengan nada menghilang”.
“Apa!ucap
Arifha tak disangka”.
“Jadi...eyang...
Mereka pun
menagis terduduk di samping meja telepon.Mona yang baru saja datang dari mal,ia
terkejut melihat mereka bertiga menangis di samping meja telepon langsung
mendekati mereka dengan wajah yang ikut-ikutan sedih.Hm..padahal si Mona enggak
tau apa yang sedang terjadi.Mona Mona(menggelengkan kepala).
“Nona..nona
semua kenapa bersedih?Jangan bersedih nona,Mona jadi ikutan sedih nih.tanya
Mona kebingungan”.
Mereka
bertiga enggak peduli ucapan Mona,mereka terus saja menangis,menangis,menangis.
Keesokan
harinya,Arifha yang mengikuti kompetisi lomba Cheerleaders antar sekolahan meminta
ijin,tetapi...Arifha kan seorang kapten.Anggota Cheerleaders mengerti dengan keadaan
Arifha dan mengganti kedudukan kapten sementara dengan Yuli,wakil Cheeleders.
“Nona,Mona
baru tau kalau Nyonya dan Tuan Dharma sudah enggak ada.ucap Mona prihatin
terhadap Arifha,Rafa,dan Yuri menangis di hadapan kedua jenazah eyangnya”.
Mereka tetap
tidak menghiraukan kata-kata dari Mona.Para pelayat masih membacakan
surat-surat.Beberapa kali Rafa dan Arifha pingsan,dan akhirnya mereka terpaksa
di bawa ke kamar.Tinggallah Yuri dengan Mona di ruang tengah.
“Nyonya,Tuan
Dharma.saya akan selalu menjaga cucu Nyonya dan Tuan Dharma,dalam keadaan
senang maupun sedih.Saya akan selalu mengabdi sebagai assistan Nona Yuri.ucap
Mona mengulum bibirnya yang hendak menangis”.
“Eyang....eyang......ucap
Yuri sambil memeluk eyangnya”.
Tiba saatnya jenazah eyangnya
dimakamkan.Yuri,Arifha dan Rafa,tidak ikut karena masih sedih atas kepergian
eyangnya yang mendadak.Hanyalah Mona yang ikut mengantarkan eyang ketempat
peristirahatan terakhir.
Seminggu
kemudian.
Tepatnya
hari minggu setelah 7 hari kematian mendiang eyang.Suasana rumah masih terasa
sedih,terkadang diantara Arifha,Rafa,dan Yuri masih merasakan adanya kedua
eyang mereka.
“Nona,mau
makan?tanya Mona melihat Yuri mondar mandir dari kamar ke dapur,ntah apa yang
dicarinya”.
Yuri pun
hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya.
Ngik nguk
ngik nguk.suara ayunan di taman dekat kolam,terlihat Rafa sedang melamun dengan
pandangan kosong.Sesekali ia meneteskan air mata lalu menangis.Lain halnya
dengan Arifha.Setelah seminggu yang lalu,Arifha jatuh sakit.Badannya panas,ia
tidak mau makan seharian itu.Dengan kata lain,ia hanya bilang sudah
kenyang.Mona pun hanya diam apabila Arifha tidak mau makan,dan sesekali
merayunya agar mau makan.
***
“Yur?lo kok
ngelamun sih?tanya Kila heran”.
Yuri hanya
menjawab dengan gelengan kepala.
“Yur!lo
masih sedih ya?tanya Kila lagi”.
Tetapi,hanya
sia sia karena Yuri juga enggak mau menjawab.
“Hay,Fha...tau
enggak,tim Cheerleaders kita
masuk babak final loh.ucap Yuli di kantin”.
Arifha pun
hanya diam sambil mengaduk ngaduk minumannya.
“Lo kok diem
gitu sih?Oh ya katanya..eyang lo meninggal ya akibat kecelakaan pesawat tempo
hari.ujar Yuli yang rupanya membuat hati Arifha kesal lagu pergi meninggalkan
Yuli sendirian”.
Lain
perihalnya dengan Rafa,hari ini ia sudah masuk sekolah.Rafa hanya duduk di
taman sambil melamun lagi.
Disisi lain
sekelompok remaja cowok sedang nongkrong di samping perpustakaan,mereka adalah
Bisma,Rangga,Dicky,Reza,Ilham.
“kok Morgan
enggak keliatan ya.Ucap Dicky”.
“Tau tuh
anak,paling-paling ke perpustakaan atau ke mana gitu.ucap Rangga”.
Ciuit...goda
Ilham,Reza dan Bisma ke setiap siswi perempuan lewat di hadapan mereka.
“Eh eh..liat
tuh Yuri.tunjuk Bisma”,
“Yuri?siapa
tuh.tanya Dicky”.
“itu tuh
liat aja.Ntar ya gue samperin dulu.ucap Bisma menghampiri Yuri yang sedang
sendu berjalan di koridor”.
“Hai.ucap
Bisma menghalang Yuri lewat”.
Yuri pun
hanya memandang Bisma dan menyingkir dari hadapannya,tetapi enggak bisa.Bisma
terus menghalanginya.Kalau Yuri mau nyelip kekiri di halang Bisma kekiri,dan
bila Yuri mau nyelip ke kanan,Bisma pun menghalangnya juga ke
kanan.Sampai-sampai Yuri kesal.
“Apa sih mau
lo.tanya Yuri agak marah”.
“Wey..jangan
marah gitu dong.Gue cuma becanda.Duduk sana yuk.ajak Bisma menarik tangan
Yuri”.
Dari
seberang teman-teman Bisma melihat dengan salut.
“Lepasin
tangan gue.ucap Yuri berusaha Bisma melepaskan genggaman tangannya”.
Tetap aja
Bisma enggak mau lepasin.
“Lepasin!bentak
Yuri menepis tangan Bisma yang menggenggam tangannya.
Tapi tetep
aja tangan Yuri di tarik Bisma.Lalu,datanglah Morgan menyelamatkan
Yuri(caelah).Menyelamatkan?kira ada perampokan apa.
“Lepasin
tangan dia Bis.ucap Morgan muncul dari belakang Yuri”.
“Morgan.ucap
Bisma tertegun”.
“Lepasin
tangan dia.Gue mau bicara sebentar sama dia.ucap Morgan”.
“Oke..sampai
ketemu lagi,beibh.ucap Bisma ke Yuri”.
Dalam hati
Yuri”Gila tuh anak panggil gue beibh.sembarangan,enggak tau hati gue lagi sedih
gitu”.
“Thanks
ya.Ucap Yuri pergi meninggalkan Morgan”.
“Sebentar.ucap
Morgan”.
“Apa.ucap
Yuri dingin”.
“Gue mau
bicara sebentar sama lo.ucap Morgan”.
“Dimana?tanya
Yuri membalikan badannya,sehingga mereka saling berhadapan”.
“Ikut gue
aja.ucap Morgan menarik tangan Yuri”.
Akhirnya
sampai juga mereka di sebuah taman dibelakang sekolah yang semua murid tidak
tau.
“Wow.tamannya
indah.ucap Yuri meneteskan air mata yang kiranya dari tadi ingin menangis”.
“Kenapa?loe
enggak pernah tau kalo di belakang sekolah ada taman seindah ini”.
Yuri tidak
membalas ucapan itu,ia malah menangis tersendu teringat mantan pacarnya
Errel,asli bule Amrik itu.Nama panjangnya Maschell Errelicardo.
“Loe..kenapa?tanya
Morgan sambil membalikan badannya”.
Dilihatnya
Yuri yang menagis tertunduk.Ia tidak tau harus bagaimana,dipeluknya Yuri yang
sedang menangis itu.Yuri pun kaget dan melepaskan pelukan Morgan.
“Gue..gue
enggak apa-apa kok.ucap Yuri sambil menghapus air matanya”.
“Oke.ucap
Morgan menbalikan tubuhnya.Sehingga ia berada di depan Yuri”.
“Loe mau
ngomong apa?tanya Yuri penasaran”.
“Nama gue
Morgan.Dari awal kita ketemu,kita belum kenalankan?ujar Morgan”.
“Iya.Nama
gue Yuri.balasnya dengan wajah cuek”.
“Nanti
malem...ada acara?tanya Morgan”.
“Hm....enggak
ada sih.jawab Yuri “.
“Gue jemput
lo jam 5 sore ini.Pake baju yang bagus ya.Bye.Ucap Morgan meninggalkan Yuri”.
“Apa?heh...Ucap
Yuri heran”.
Kenapa
tiba-tiba si cowok dingin itu,yang nyebelin,ngajak dia keluar.Harus peke baju
bagus lagi.Aneh sungguh aneh,pikir Yuri meninggalkan taman dan kembali ke
kelasnya.
***
Ciek.
Bunyi pintu
rumah,setadinya Mona tidak memperhatikan siapa yang masuk.Setiba mereka bertiga
masuk,Mona kaget minta ampun.Siapa suruh rumah enggak dikunci.Mereka bertiga
masuk ke rumah dengan wajah yang masing-masing murung.Arifha yang biasanya
setiap pulang sekolah teriak-teriak,kini sedang tidak mood teriak.
“Loh.Nona-nona
sudah pulang.ucap Mona”.
Mereka
bertiga tidak menjawab malah mengacuhkan Mona.Lalu,mereka masuk ke kamar
masing- masing.Melihat itu,Mona mengikuti Yuri ke kamarnya.
Bbuukk!
“Non.Ada apa
sih?kok pulang sekolah muka kalian semua pada murung?tanya Mona penasaran”.
“Enggak
tau.jawab Yuri dingin”.
“Hm...Nona
Yuri masih sedih ya?tanya Mona”.
“Maybe..jawab
Yuri”.
“Mona tolong
siapin baju gue ya.Sore ini gue ada acara.ucap Yuri”.
“Apa?Nona
Yuri ada acara?Kok enggak lewat Mona sampaiinnya.ucap Mona”.
“Ini enggak
resmi Mona.ucap Yuri”.
“Oh
begitu.trus...
“Udah Mona
gue lagi enggak mood ngomong sama lo.lebih baik siapin aja baju gue.Oke.ucap
Yuri”.
“Iya iya.jawab
Mona”.
Tepat jam 5
sore
“Oh
iya.Morgan tau rumah gue enggak ya. Ucap Yuri meliat kekanan kekiri luar
rumah”.
You
say that i’m messing with your head(yeah 4x)
All
‘cause i was making out with your friend(yeah 4x)
Love
hurt,whether it’s right or wrong(yeah 4x)
I
can’t stop ‘cause i’m having too much fun(yeah 4x)
You’re
on your kness
Beggin’
please
‘stay
with me’
But
honestly
I
just need to be a little crazy
“Non ada telepon nih.ucap Mona
membawa ponsel Yuri”.
“Oh iya.ucap Yuri sambil menjawab
telepon”.
“Halo.ucap Yuri”.
“Halo.Lo dimana?gue udah ada di
depan perumahan lo.ucap Morgan yang nelepon”.
“Oh ya.depan perumahan?Jauh
banget dari rumah gue ke depan.lo masuk aja gue stay di rumah.Blok D No.23 ke
sini cepetan.Gue tunggu.ucap Yuri”.
“Oh.oke gue kesana sekarang.ucap
Morgan”.
Ditunggu ditunggu akhirnya nongol
juga mobil Morgan.Lalu mereka barangkat.
“Kita mau kemana?tanya Yuri”.
“Ikut aja.ucap Morgan”.
“Oke.ucap
Yuri lalu terdiam”.
Akhirnya
mereka sampai di tempat tujuan.
“Sebelum lo turun,mata
lo harus di tutup dulu.ucap Morgan menginstruksikan”.
“Kenapa
harus pake tutup mata segala?tanya Yuri”.
“Udah,pokoknya
ikut aja.ucap Morgan”.
Lalu,ditutupnya
mata Yuri dengan kedua tangan Morgan.Mereka terus melangkah.Dan.....
“gue hitung
1 ampe 3,lo boleh buka mata.1......2.......
To be
continue
Haha..kenapa
sih setiap seru pasti bersambung?tunggu aja kisah selanjutnya.Hanya ada di
THREE SEASON LOVE Part.6
Ote?
Bye.... J