http://dl2.glitter-graphics.net/pub/1973/1973902cqx9dz8xe7.gif

Monday, 28 January 2013

three season love 5



Part.5 “Don’t Cry”

“Apa!ucap Yuri menutup telepon”.
Ia terduduk dan menagis,sehingga isak tangisnya terdengar oleh Rafa dan Arifha.Rafa dan Arifha pun datang menghampiri Yuri.
“Enggak...enggak mungkin...ucap Yuri penuh tak percaya”.
“Kenapa Yur?kenapa siapa yang telepon?tanya Rafa”.
“Kenapa Yur?siapa yang telepon tadi?ucap Arifha ulang kata Rafa”.
“Eyang Raf..eyang Raf...ucap Yuri masih menangis”.
“Kenapa eyang.ucap Rafa yang ikut menangis juga”.
“Ada apa dengan eyang,Yur?tanya Arifha penasaran dan tanpa sadar air matanya jatuh”.
“Pesawat...yang ditumpangi eyang...
“Kenapa Yur?kenapa?tanya Rafa penasaran”.
“Kecelaka...ann...ucap Yuri dengan nada menghilang”.
“Apa!ucap Arifha tak disangka”.
“Jadi...eyang...
Mereka pun menagis terduduk di samping meja telepon.Mona yang baru saja datang dari mal,ia terkejut melihat mereka bertiga menangis di samping meja telepon langsung mendekati mereka dengan wajah yang ikut-ikutan sedih.Hm..padahal si Mona enggak tau apa yang sedang terjadi.Mona Mona(menggelengkan kepala).

“Nona..nona semua kenapa bersedih?Jangan bersedih nona,Mona jadi ikutan sedih nih.tanya Mona kebingungan”.
Mereka bertiga enggak peduli ucapan Mona,mereka terus saja menangis,menangis,menangis.

Keesokan harinya,Arifha yang mengikuti kompetisi lomba Cheerleaders antar sekolahan meminta ijin,tetapi...Arifha kan seorang kapten.Anggota Cheerleaders mengerti dengan keadaan Arifha dan mengganti kedudukan kapten sementara dengan Yuli,wakil Cheeleders.

“Nona,Mona baru tau kalau Nyonya dan Tuan Dharma sudah enggak ada.ucap Mona prihatin terhadap Arifha,Rafa,dan Yuri menangis di hadapan kedua jenazah eyangnya”.
Mereka tetap tidak menghiraukan kata-kata dari Mona.Para pelayat masih membacakan surat-surat.Beberapa kali Rafa dan Arifha pingsan,dan akhirnya mereka terpaksa di bawa ke kamar.Tinggallah Yuri dengan Mona di ruang tengah.

“Nyonya,Tuan Dharma.saya akan selalu menjaga cucu Nyonya dan Tuan Dharma,dalam keadaan senang maupun sedih.Saya akan selalu mengabdi sebagai assistan Nona Yuri.ucap Mona mengulum bibirnya yang hendak menangis”.
“Eyang....eyang......ucap Yuri sambil memeluk eyangnya”.

 Tiba saatnya jenazah eyangnya dimakamkan.Yuri,Arifha dan Rafa,tidak ikut karena masih sedih atas kepergian eyangnya yang mendadak.Hanyalah Mona yang ikut mengantarkan eyang ketempat peristirahatan terakhir.

Seminggu kemudian.

Tepatnya hari minggu setelah 7 hari kematian mendiang eyang.Suasana rumah masih terasa sedih,terkadang diantara Arifha,Rafa,dan Yuri masih merasakan adanya kedua eyang mereka.

“Nona,mau makan?tanya Mona melihat Yuri mondar mandir dari kamar ke dapur,ntah apa yang dicarinya”.
Yuri pun hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya.

Ngik nguk ngik nguk.suara ayunan di taman dekat kolam,terlihat Rafa sedang melamun dengan pandangan kosong.Sesekali ia meneteskan air mata lalu menangis.Lain halnya dengan Arifha.Setelah seminggu yang lalu,Arifha jatuh sakit.Badannya panas,ia tidak mau makan seharian itu.Dengan kata lain,ia hanya bilang sudah kenyang.Mona pun hanya diam apabila Arifha tidak mau makan,dan sesekali merayunya agar mau makan.

***

“Yur?lo kok ngelamun sih?tanya Kila heran”.
Yuri hanya menjawab dengan gelengan kepala.
“Yur!lo masih sedih ya?tanya Kila lagi”.
Tetapi,hanya sia sia karena Yuri juga enggak mau menjawab.

“Hay,Fha...tau enggak,tim Cheerleaders kita masuk babak final loh.ucap Yuli di kantin”.
Arifha pun hanya diam sambil mengaduk ngaduk minumannya.
“Lo kok diem gitu sih?Oh ya katanya..eyang lo meninggal ya akibat kecelakaan pesawat tempo hari.ujar Yuli yang rupanya membuat hati Arifha kesal lagu pergi meninggalkan Yuli sendirian”.

Lain perihalnya dengan Rafa,hari ini ia sudah masuk sekolah.Rafa hanya duduk di taman sambil melamun lagi.

Disisi lain sekelompok remaja cowok sedang nongkrong di samping perpustakaan,mereka adalah Bisma,Rangga,Dicky,Reza,Ilham.

“kok Morgan enggak keliatan ya.Ucap Dicky”.
“Tau tuh anak,paling-paling ke perpustakaan atau ke mana gitu.ucap Rangga”.
Ciuit...goda Ilham,Reza dan Bisma ke setiap siswi perempuan lewat di hadapan mereka.
“Eh eh..liat tuh Yuri.tunjuk Bisma”,
“Yuri?siapa tuh.tanya Dicky”.
“itu tuh liat aja.Ntar ya gue samperin dulu.ucap Bisma menghampiri Yuri yang sedang sendu berjalan di koridor”.

“Hai.ucap Bisma menghalang Yuri lewat”.
Yuri pun hanya memandang Bisma dan menyingkir dari hadapannya,tetapi enggak bisa.Bisma terus menghalanginya.Kalau Yuri mau nyelip kekiri di halang Bisma kekiri,dan bila Yuri mau nyelip ke kanan,Bisma pun menghalangnya juga ke kanan.Sampai-sampai Yuri kesal.

“Apa sih mau lo.tanya Yuri agak marah”.
“Wey..jangan marah gitu dong.Gue cuma becanda.Duduk sana yuk.ajak Bisma menarik tangan Yuri”.
Dari seberang teman-teman Bisma melihat dengan salut.
“Lepasin tangan gue.ucap Yuri berusaha Bisma melepaskan genggaman tangannya”.
Tetap aja Bisma enggak mau lepasin.
“Lepasin!bentak Yuri menepis tangan Bisma yang menggenggam tangannya.

Tapi tetep aja tangan Yuri di tarik Bisma.Lalu,datanglah Morgan menyelamatkan Yuri(caelah).Menyelamatkan?kira ada perampokan apa.

“Lepasin tangan dia Bis.ucap Morgan muncul dari belakang Yuri”.
“Morgan.ucap Bisma tertegun”.
“Lepasin tangan dia.Gue mau bicara sebentar sama dia.ucap Morgan”.
“Oke..sampai ketemu lagi,beibh.ucap Bisma ke Yuri”.
Dalam hati Yuri”Gila tuh anak panggil gue beibh.sembarangan,enggak tau hati gue lagi sedih gitu”.
“Thanks ya.Ucap Yuri pergi meninggalkan Morgan”.
“Sebentar.ucap Morgan”.
“Apa.ucap Yuri dingin”.
“Gue mau bicara sebentar sama lo.ucap Morgan”.
“Dimana?tanya Yuri membalikan badannya,sehingga mereka saling berhadapan”.
“Ikut gue aja.ucap Morgan menarik tangan Yuri”.

Akhirnya sampai juga mereka di sebuah taman dibelakang sekolah yang semua murid tidak tau.

“Wow.tamannya indah.ucap Yuri meneteskan air mata yang kiranya dari tadi ingin menangis”.
“Kenapa?loe enggak pernah tau kalo di belakang sekolah ada taman seindah ini”.
Yuri tidak membalas ucapan itu,ia malah menangis tersendu teringat mantan pacarnya Errel,asli bule Amrik itu.Nama panjangnya Maschell Errelicardo.
“Loe..kenapa?tanya Morgan sambil membalikan badannya”.
Dilihatnya Yuri yang menagis tertunduk.Ia tidak tau harus bagaimana,dipeluknya Yuri yang sedang menangis itu.Yuri pun kaget dan melepaskan pelukan Morgan.
“Gue..gue enggak apa-apa kok.ucap Yuri sambil menghapus air matanya”.
“Oke.ucap Morgan menbalikan tubuhnya.Sehingga ia berada di depan Yuri”.
“Loe mau ngomong apa?tanya Yuri penasaran”.
“Nama gue Morgan.Dari awal kita ketemu,kita belum kenalankan?ujar Morgan”.
“Iya.Nama gue Yuri.balasnya dengan wajah cuek”.
“Nanti malem...ada acara?tanya Morgan”.
“Hm....enggak ada sih.jawab Yuri “.
“Gue jemput lo jam 5 sore ini.Pake baju yang bagus ya.Bye.Ucap Morgan meninggalkan Yuri”.
“Apa?heh...Ucap Yuri heran”.

Kenapa tiba-tiba si cowok dingin itu,yang nyebelin,ngajak dia keluar.Harus peke baju bagus lagi.Aneh sungguh aneh,pikir Yuri meninggalkan taman dan kembali ke kelasnya.

***

Ciek.
Bunyi pintu rumah,setadinya Mona tidak memperhatikan siapa yang masuk.Setiba mereka bertiga masuk,Mona kaget minta ampun.Siapa suruh rumah enggak dikunci.Mereka bertiga masuk ke rumah dengan wajah yang masing-masing murung.Arifha yang biasanya setiap pulang sekolah teriak-teriak,kini sedang tidak mood teriak.

“Loh.Nona-nona sudah pulang.ucap Mona”.
Mereka bertiga tidak menjawab malah mengacuhkan Mona.Lalu,mereka masuk ke kamar masing- masing.Melihat itu,Mona mengikuti Yuri ke kamarnya.

Bbuukk!

“Non.Ada apa sih?kok pulang sekolah muka kalian semua pada murung?tanya Mona penasaran”.
“Enggak tau.jawab Yuri dingin”.
“Hm...Nona Yuri masih sedih ya?tanya Mona”.
“Maybe..jawab Yuri”.
“Mona tolong siapin baju gue ya.Sore ini gue ada acara.ucap Yuri”.
“Apa?Nona Yuri ada acara?Kok enggak lewat Mona sampaiinnya.ucap Mona”.
“Ini enggak resmi Mona.ucap Yuri”.
“Oh begitu.trus...
“Udah Mona gue lagi enggak mood ngomong sama lo.lebih baik siapin aja baju gue.Oke.ucap Yuri”.
“Iya iya.jawab Mona”.

Tepat jam 5 sore

“Oh iya.Morgan tau rumah gue enggak ya. Ucap Yuri meliat kekanan kekiri luar rumah”.

You say that i’m messing with your head(yeah 4x)
All ‘cause i was making out with your friend(yeah 4x)
Love hurt,whether it’s right or wrong(yeah 4x)
I can’t stop ‘cause i’m having too much fun(yeah 4x)

You’re on your kness
Beggin’ please
‘stay with me’
But honestly
I just need to be a little crazy

“Non ada telepon nih.ucap Mona membawa ponsel Yuri”.
“Oh iya.ucap Yuri sambil menjawab telepon”.

“Halo.ucap Yuri”.
“Halo.Lo dimana?gue udah ada di depan perumahan lo.ucap Morgan yang nelepon”.
“Oh ya.depan perumahan?Jauh banget dari rumah gue ke depan.lo masuk aja gue stay di rumah.Blok D No.23 ke sini cepetan.Gue tunggu.ucap Yuri”.
“Oh.oke gue kesana sekarang.ucap Morgan”.

Ditunggu ditunggu akhirnya nongol juga mobil Morgan.Lalu mereka barangkat.

“Kita mau kemana?tanya Yuri”.
“Ikut aja.ucap Morgan”.
“Oke.ucap Yuri lalu terdiam”.

Akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.

“Sebelum lo turun,mata lo harus di tutup dulu.ucap Morgan menginstruksikan”.
“Kenapa harus pake tutup mata segala?tanya Yuri”.
“Udah,pokoknya ikut aja.ucap Morgan”.

Lalu,ditutupnya mata Yuri dengan kedua tangan Morgan.Mereka terus melangkah.Dan.....

“gue hitung 1 ampe 3,lo boleh buka mata.1......2.......

To be continue
Haha..kenapa sih setiap seru pasti bersambung?tunggu aja kisah selanjutnya.Hanya ada di THREE SEASON LOVE Part.6
Ote?
Bye.... J

No comments :

Post a Comment