Part.4
“Cowok sombong”
“Hmm...Bahasa..IPA...nah
itu dia IPS.ucap Yuri menunjuk-nunjuk tempat rak buku di perpustakaan sekolah”.
“Uh..aduh..tinggi
banget sih.Pake apa ya ngambilnya?pikir Yuri”.
Berfikir tak
berfikir Yuri malah loncat-loncat terus untuk menjangkau buku yang ia cari.Aduh
dalam hatinya malu sekali kalu tindakannya sampai dilihat orang.Saking
keasyikannya meloncat-loncat,Yuri tidak sadar bahwa dari tadi seorang cowok
memperhatikannya.
“Loe..ngapain
loncat-loncat kaya pocong gitu?tanyanya kepada Yuri yang masih terengah-engah
meoncat”.
“huh..capek.keluh
Yuri berjongkok karena kecapekan”.
“Hello.panggil
cowok itu”.
“eh..iya..ada
apa?jawab Yuri masih dalam keadaan jongkok dan tidak memperhatikan siapa yang
menjadi lawan bicaranya”.
“Loe ngapain
loncat-loncat tadi?Apa ada yang bisa aku bantu.tawarnya”.
Yuri pun
beranjak dan memperhatikan cowok itu dari ujung kaki sampai ujung kelapa.
“Wauw!tinggi,sispack,tegap,....ucap
batin Yuri memperhatikan setiap bagian tubuh cowok itu”.
“Hey..loe
denger omongan gue enggak sih?tanya cowok itu”.
“Ah..iya..Ehm,gue
butuh buku IPS yang itu tuh yang ada di rak paling atas.jelas Yuri yang masih
terpesona”.
“Oh..sini
biar gue ambilin.ucapnya”.
“Kayanya ni
orang baik deh.pikir batin Yuri”.
“Nih,buku
yang kamu carikan?ucapnya”.
“Iya.sorak
Yuri”.
“Auw!suara
loe kecilin dikit kenapa,inikan perpustakaan.ucapnya dingin”.
“maaf.ucap
Yuri”.
“Ini orang
seketika bisa baik bisa bersikap dingin.ucap batin Yuri”.
“Makasih
ya.udah...
Belum sempat
omongan Yuri selesai cowok itu langsung pergi meninggalkannya.
“Dasar
sombong.Kalau gitu sih aku bisa sendiri ngambil nih buku.omel Yuri memasuki
ruangan kelas”.
“Kapa loe
Yur?tanya Kila yang dari tadi memperhatikan Yuri”.
“Itu..waktu
gue ke perpus ketemu orang sombong banget,sebel deh gue.terangnya”.
“Udah
deh.lerai Kila”.
***
“Eyaaanng!Arifha
pulang nih.teriak Arifha yang sudah terbiasa”.
“Eyang,Yuri
juga udah pulang nih.ucap Yuri juga”.
Dilihatnya
rumah yang sepi sunyi.
“Kok enggak
ada orang?Pada kemana nih.tanya Arifha”.
Yuri pun
hanya bisa mengankat bahunya menandakan ia tidak tahu.
“Eh..kalian
udah pulang rupanya.ucap Rafa menuruni anak tangga”.
“Iya..Loe
udah baikan sekarang?tanya Yuri”.
“Iya.jawab
Rafa”.
“Oh iya
eyang putri sama eyang kakung mana?kok rumah sepi sih?tanya Arifha”.
“Tadi pagi
sih kata eyang putri mau ceck up ke Amrik..tapi malah hari ini,katanya sih
harus buru-buru jadi baru aja mereka berangkat”.
“Oh..mamang
Surata sama Teteh Ainun kemana juga?tanya Yuri”.
“Katanya sih
anaknya sakit di kampung.Ya terpaksa mereka pulang kampung.terangnya lagi”.
“Trus siapa
yang jaga kamu tadi?Tanya Yuri”.
“Hmm...Assistan
lo.jawab Rafa”.
“Assistan
gue?Mma..mmaksud loe Mona?tebak Yuri heran”.
“Heem..jawab
Rafa”.
“Terus
kemana dia?tanya Arifha”.
“Itu di
dapur.jawab Rafa”.
“Hai!TTAARRRAA!!sorak
Mona dari arah dapur”.
“Wah
kembaran Surti datang nih.ucap Yuri”.
“Surti?siapa
tuh?Tanya Arifha”.
#laugh#
“itu loh pembantu
yang namanya surti di sinetron Putri yang Ditukar.jelas Yuri sambil tertawa”.
“hah?ahahahahah.ucap
Arifha dan Rafa sambil tertawa”.
“Ah,Non Yuri
ini.Mona jadi malu deh.ucap Mona”.
***
“Mona,tugas
lo jagain tuh si Rafa.Dia masih dilarang sekolah dulu.ucap Arifha”.
“Ote
Bos!sorak Mona”.
“Gila tuh
assistan lo,Yur.bisik Arifha ke Yuri”.
“Emang.jawab
Yuri enteng”.
Setelah
mereka sarapan,Arifha dan Yuri pamit untuk pergi ke sekolah.Yah,untuk hari ini
dan seterusnya mereka akan naik angkot atau taksi dan semacamnya ke
sekolah,karena mamang Surata cuti selama 3 bulan.Weh,lama juga ya.
“Arifha,lo
berangkat duluan ya,Ada yang ketinggalan barang gue dirumah.ucap Yuri pada
Arifha ketika akan berangkat naik taksi”.
“Eh eh..ntar
lo naik apa?tanya Arifha”.
“ntar gue
cari kendaraan lah pokoknya.jawab Yuri pergi meninggalkan Arifha”.
“Nah,ini
dia.Untung gue ingat.ucap Yuri lalu mencari kendaraan”.
“duh mana ya
taksi kok enggak kelihatan dari tadi.ucap Yuri sambil menoleh kekanan kekiri”.
Ttot ttot
ttot
Suara klakson
mobil seseorang yang menghampiri Yuri
“Eh,loe
ngapain disini?tanya pemilik mobil itu”.
Dilihatnya
si pemilik mobil Jazz Hitam.
“Ah..humb..lagi
nunggu taksi.jawab Yuri”.
“Ikut gue
aja.tawar nya”.
“Hah.tapi..
“Mau ikut
enggak?kalau enggak gue duluan ni.ucapnya”.
“Eh..iya
iya.jawab Yuri menerima tawarannya”.
Disepanjang
perjalanan mereka berdua diam beribu bahasa.Yaiyalah,gimana enggak diam beribu
bahasa,wong kenal aja enggak.Nih,harus diwaspadai.
“Humb...thank
ya tempo hari itu.ucap Yuri mengawali pembicaraan”.
Tapi ni
orang masih mematung dan bersikap dingin kepada Yuri.Yuri merasa kesal dan
enggak mau lagi ngomong sama orang itu.
“Huh dasar
robot percuma kan ngomong sama dia.enggak ditanggapin juga.Dasar terminator
rusak,Robot konslet.guman Yuri”.
“gue dengar
apa yang lo ucapin.ucap cowok itu”.
“Buset,ni
orang ternyata pendengarannya tajam banget.tutur Yuri dalam hati”.
“hee,Sorry.balas
Yuri dengan senyuman masam”.
***
“Yuri!panggil
Kila”.
“Iya
kenapa,La?tanya Yuri”.
“Ada yang
cari lo tu di kelas.jawab Kila”.
“Yang nyari
gue?siapa?tanya Yuri penasaran”.
“Datangin
sendiri aja.dia nunggu di kelas tu”.
“iya
iya.balas Yuri meninggalkan kantin”.
“Siapa yang
cari gue?Tanya Yuri”.
“Tuh.tunjuk
Kila”.
“Ng...Loe
ngapain ke kelas gue?tanya Yuri”.
“Nih handphone
lo ketinggalan di mobil gue tadi.ucapnya”.
“Oh
ya,thanks.ucap Yuri”.
Lalu orang
itu pergi meninggalkan kelas,dan....
“Hm..siapa
nama lo?tanyanya”.
“Yuri.jawab
Yuri bengong”.
“Oh..jawabnya
sambil meninggalkan kelas Yuri”.
“Yuri yuri
Yuri.panggil Kila”.
“Hah?Apa?jawab
Yuri”.
“Lo kok bisa
kenal sama Morgan?tanya Kila”.
“Apa?siapa
namanya?tanya Yuri balik”.
“Morgan.dia
itu anak kelas 2 IPA 3.satu angkatan sama kita.dia itu cowok idaman sekolahan
khususnya kaum putri.terang Kila”.
“Oh.jawab
Yuri tersenyum”.
“Woy!lo
senyam senyum sendiri.Ada apa sih?tanya Arifha”.
“Hm...enggak.lucu
aja sih sinetronnya.jawab Yuri”.
“Yee..ngigau
nih anak.loe itu enggak nonton tapi ngelamun.ucap Arifha”.
“tau dari
mana lo.elak Yuri”.
“Tuh mata
lo.TV nya ngadep kemana..mata lo ngadep kemana.sindir Arifha”.
“He..iya
iya.gue ngelamun.jawab Yuri malu sambil menggaruk-garuk kepala”.
Hehe apa
yang gatel coba?Yuri Yuri.
Mendengar
ucapan itu,Rafa dan Arifha pun mendekati Yuri.
“Emang loe
kenapa?tanya Arifha berbisik”.
“Iya lo lagi
jatuh cinta ya?tambah Rafa”.
“Ih..apaan
sih.jangan deket-deket lo bau tau.Mandi sana.ucap Yuri kepada Arifha”.
“Yee..hmm..hehe,iya
sih bau.Udah deh gue mandi dulu.ucap Arifha”.
“iya bagus
tu,untung lo sadar dan cepet mandi.ucap Yuri”.
Lalu,Arifha
pergi untuk mandi.Kini tinggal Rafa dan Yuri di ruang santai,sedangkan Mona
asik telponan sama pacarnya di taman dekat kolam renang.
Rafa merasa
ada yang aneh dengan sikap Yuri.beberapa kali Rafa tanya,Yuri hanya menjawab
dengan tersenyum.benar-benar enggak waras.Tak seberapa lama telepon rumah
berdering.
Kring kring
kring
“Halo.sapa
Rafa”.
“Halo.Ini
teh rumah Tuan Dharma ya?tanya orang yang menelpon”.
“Iya.Ini
siapa?tanya Rafa”.
“Ini teh
Mamang Surata.saya bicara sama siapa ya?tanya Surata”.
“Oh.mamang
ini Rafa.Ada apa ya?tanya Rafa”.
“Ehm..anu..anu..non
Saya teh mau memperpanjang Cuti lagi sampai 5 bulan.boleh ya?tanya Surata”.
“emangnya
kenapa ,mang?tanya Rafa penaaran”.
“Ehm..anak
mamang teh kemaren baru saja meninggal dunia non.ucap Surata sedih”.
“Innalilahi
wainailaihi rajiun.trus kapan di kubur mang?tanya Rafa”.
“Besok
non.tapi saya teh boleh ijin cuti 5 bulan?tanya Surata lagi”.
“Ehm...iya
ntar Rafa bilang sama eyang..Rafa sekeluarga turun berduka ya mang.Maaf kalau
Rafa sekeluarga enggak bisa hadir.jawabnya”.
“iya non
enggak apa-apa.sudah dulu ya non,assalamualaikum.ucap Surata”.
“Iya.wa
alaikumsalam.balas Rafa”.
***
“Iya
eyang.ohh hari ini eyang pulang,Wah kalau gitu Rafa jemput ya.ucap Rafa”.
“Enggak
usah.sudah dulu ya.Eyang cuma mau kasih tau itu aja.ucap eyang menutup
teleponnya”.
“Eyang hari
ini pulang?tanya Arifha”.
“Iya.kita
buat surprise yuk.ajak Rafa”.
“Ada apa kok
pada seneng nih kelihatannya?tanya Yuri yang baru saja turun dari tangga menuju
ruang santai”.
“Eyang hari
ini pulang.Yeah!seru Rafa”.
“Oh ya?ucap
Yuri senang”.
“iya.makanya
kita mau buat surprise sama eyang.jawab Arifha”.
“Wah.ayo
kita buat.Sorak Yuri kegirangan”.
Satu sama
lain saling sibuk,ada yang mendekor ruangan,ada yang sana sini mengatur
hiasan,mambuat spanduk selamat datang,ada yang membuat cake,BBQ,gulai
daging,banyak deh.sesekali mereka istirahat,lalu bekerja lagi.Takseberapa
kemudian tugas mereka selesai dan sempurna,kalau dalam bahasa sunda kanzen na.hehe,becanca kok.Itu bahasa
Jepang,jadi orang jangan mudah dikibulin ah enggak baik.Kanzen na apa ya artinya??Hehe kan udah disebut.Sempurna
sempurna,itu tuh artinya.Lanjuuttt!!
“Hampir
pukul 5 sore kok eyang juga belum datang ya?ucap Arifha”.
“Iya,apa
perlu kita jemput?tanya Rafa”.
“Tapi...kita
mau naik apa?tanya Yuri bingung”.
“Caelah,kita
kan punya 4 mobil.jawab Arifha”.
“Tapi siapa
yang nyetir?tanya Yuri”.
“Ya elo
lah.siapa lagi?kan Cuma elo yang bisa.jawab Rafa”.
“Lah,kalian
berdua kan juga bisa.ucap Yuri”.
“Ah,gue lagi
datang malasnya nih.ucap Arifha”.
“Gue
juga.sambung Rafa”.
“Ya harapan
terakhir tinggal elo.ucap Arifha ke Yuri”.
Ketiga
sodara ini enggak tau pada ngapain,yang jelas duduk manis di depan televisi
sambil melamun.Rafa yang melamun terus tentang cowok yang menabraknya hari yang
lalu.Arifha asyik sendiri ngelamun tentang tim cheeledersnya besok menang dan
masuk tingkat Internasional.Yuri yang suka ngelamun dan milin-milin rambutnya
yang lurus.Tiba-tiba saja telepon rumah berdering.
Kring kring
kring
“eh ada
telepon tuh,tolong angkatin dong.ujar Rafa”.
“enggak
ah,gue males nin.jawab Arifha”.
“Yaudah loe
aja deh,Yur.suruh Rafa”.
“Kok
gue?ucap Yuri”.
“Lah gue
sama Arifha lagi enggak mood.So,loe aja ya yang ngangkat telepon.ucap Rafa”.
Daripada
banyak ngomong,Yuri pun menghampiri meja telepon.
“Halo.ucap
Yuri”.
‘Halo,selamat
siang.ucapnya”.
“Siang,ini
dari siapa ya?tanya Yuri”.
“Kami dari
kantor polisi.Apakah ini benar rumah Dharma Rusdiguntoro?tanyanya”.
“Iya,betul
ini rumah eyang Dharma Rusdiguntoro.Ada apa ya?tanya Yuri penasaran”.
Setelah
itu,mereka menyampaikan sesuatu kepada Yuri.Dengan panjang lebar Polisi itu
menyampaikan.
“Apa!ucap
Yuri kaget”.
Saksikan
selanjutnya di Part.5
To be
continue....
No comments :
Post a Comment