Part.3 “Elo
lagi!!”
Hari
ini,pertama Yuri masuk sekolah.Dari suasana,tempat sangat berbeda dengan
sekolah di Tokyo.Yaiyalah,sekolah Jakarta mau disamain sama sekolah di
Tokyo.Beda jauh kali yee.Tapi itu tidak membuat Yuri gengsi dengan apa yang
telah iya hadapi sekarang termasuk sekolahnya.Pertama ia menginjakkan kaki di
SMU HARAPAN,ia merasakan akan banyak sesuatu yang terjadi pada dirinya selama
disini.
Tok tok tok
“Gunung
Rocky ber...Iya silahkan masuk.ucap guru itu berhenti menjelaskan karena ada
yang mengetuk pintu kelas”.
“Permisi.ucap
Yuri memasuki ruang”.
“Iya.kamu
murid baru itu ya?tanya guru itu”.
“Iya,Bu.jawabnya”.
“Oke.Anak-anak,ibu
mohon perhatiannya.Disini kita kedatangan kawan baru.terang guru itu”.
“silahkan
kamu memperkenalkan diri.tuturnya”.
“baik.Kenalkan
Nama gue Yuri,nama lengkap Principessa Azzurri Bellissima...
“Nama apaan
tu.cemooh seorang murid”.
“Huuuu...diikuti
murid lain”.
“Sudah diam
anak-anak.Ayo lanjutkan”.
“Iya.gue
pindahan dari Jepang SMU Sichi di Tokyo.Nama gue diambil dari bahasa italia
yang artinya Putri biru yang cantik.Trima kasih.terangnya”.
“oke.terima
kasih sebelumnya karena sudah memperkenalkan diri.Kamu bisa panggil saja Ibu
Santi.ucap guru itu”.
“kamu bisa
duduk di sana.tunjuk bu Santi”.
“Ya
anak-anak mari kita lanjutkan pelajarannya.ucap Bu Santi lagi”.
“Hei..Kenalin
gue Kila.ucap murid yang duduk di samping Yuri”.
“Hei..Yuri.balasnya”.
“Salam kenal
ya.ucapnya”
“Iya.balas
Yuri lagi”.
Di sepanjang
pelajaran pertama,Yuri dan Kila ngombrol terus sampai akhirnya bel istirahat
pun berbunyi.
Teng teng
teng
“Nah,udah
istirahat tuh.Ke kantin yuk!ajak Kila”.
“Hm..enggak
ah gue mau ke perpus dulu mau baca buku.elak Yuri sambil pergi meninggalkan
Kila dan berjalan menuju keluar kelas”.
Di sepanjang
koridor sekolah, tidak sengaja seorang cowok menabrak Yuri yang sedang asyik
melihat papan ruangan.
BRRUUKK!
“Auuw!jerit
Yuri merasa kesakitan”.
“Ups..sorry.Gue
enggak sengaja nabrak loe.ucap cowok yang menabrak Yuri itu”.
“Hee..No
Problem..enggak ada yang lecet juga kok.ucap Yuri sambil berdiri”.
Tapi
kenyataannya berbeda,yang katanya enggak lecet itu ternyata kakinya yang
keseleo.
“Adaw!sst..sakit
banget.gumam Yuri meringis kesakitan”.
“Kenapa?katanya
enggak ada yang lecet.Kok malah ngadu kesakitan.tanya cowok itu”.
“Dasar nih
cowok,bukannya bantuin gitu,malah ngejekin.kesal Yuri dalam hati”.
“Sini biar
gue bantuin.Kita ke UKS aja.ajaknya”.
Lalu,Cowok
itu membopong Yuri menuju UKS.Setelah sampai di UKS,bukannya mengobati malah
mereka bertengkar.Kok bisa ya mereka bertengkar?Apakah mereka saling kenal?.
Yuri menatap
heran wajah cowok itu.Dan ia teringat pada malam dimana Rafa kecelakaan.
“Eh
eh.Stop!Elo bukannya orang yang nabrak sodara gue itu kan?tanya Yuri yang dari
tadi sibuk dengan kakinya yang keseleo sehingga tidak menghiraukan siapa yang
menabraknya”.
“Elo.Yur..Yuri
kan?tebak orang itu”.
“La..elo
lagi!seru Yuri”.
“Iya..Elo
lagi.balas Cowok itu”.
Sengaja tak
disengaja ternyata cowok itu adalah Bisma.Yah,Bisma.Cowok yang hampir menabrak
dirinya dan cowok yang sudah menabrak sodaranya,Rafa.Betapa kesalnya Yuri
bertemu Bisma lagi.Pertama di Tokyo Tower,malam tahun baru itu Yuri hampir saja
tertabrak mobil Marcedes milik Bisma,Lalu yang kedua Yuri bertemu lagi dengan
Bisma di rumah eyangnya setelah mengantarkan Rafa dari rumah sakit,dan sekarang
Yuri malah bertemu dengan Bisma disekolahannya yang baru.
“Elo ngapain
disekolah gue?tanya Yuri”.
“ahahaha,sekolah
lu?ahahaha.Ya ampun Yur,ini tu sekolah baru gue tau.jawab Bisma”.
“Dasar
loe.Loe ngikitin gue ya?tanya Yuri kesal”.
“Idih.Sorry
ya.Tapi gue duluan kali daftar di sini,yeee.ejek Bisma”.
“Ish..gila
lo ya.Gue juga baru masuk sekolah hari ini langsung ketemu lo lagi.idih..balas
Yuri”.
“berarti
kita jodoh dong.goda Bisma”.
“Anata wamachigai desu.Kamu salah,kita
bukan jodoh melainkan bencana.balas Yuri lalu meninggalkan Bisma”.
“Yee..Ge-Er
banget lo jadi cewek.omel Bisma sepeninggalan Yuri”.
“Kenapa
Bis?Kok marah gitu?Tanya Morgan mengagetkan Bisma dari belakang”.
“Hah.Eh lo
Morgan.Gue pikir siapa.Itu cewek tadi bikin gue kesel aja nih.jawab Bisma
mendumel”.
“Udah,kita
ke perpus yuk,cari bahan materi.ajak Morgan”.
“Hh..loe
aja,Gue lagi enggak mood ke perpus hari ini.jawab Bisma”.
“Yau dah gue
duluan ya.ucap Morgan”.
“Oke..balas
Bisma”.
“Haduh,sakit
banget nih.keluh Rafa di kamar”.
“hah.Nasib
gue kok buruk ya kemaren?tapi...By the Way cowok kemaren yang ngantar gue cakep
juga.Pas lagi buat gantiin posisi Danish.Khayal Rafa”.
Tok tok tok
“Rafa.ini
eyang putri.ucapnya”.
“Oh,iya
eyang masuk aja.Pintunya enggak Rafa kunci kok.balas Rafa”.
Lalu,eyang
masuk sambil tersenyum kepada cucu kesayangannya itu.
“Gimana?udah
sedikit enggak sakit lukanya?tanya eyang putri perhatian”.
“hemb J..masih sedikit sakit eyang.jawab Rafa”.
Eyang pun
menghampiri Rafa di tempat tidur.Disekeliling kamar Rafa,dihiasi boneka-boneka
cantik,dekorasi yang mewah bercatkan purple girl yang sengaja didekorasi
sedemikian rupa agar cucu-cucunya betah.
“Rafa,besok
eyang kakung sama eyang putri mau ceck up di Amerika.ucap eyang putri”.
“loh.kok
enggak disini aja?kan disini alatnya lengkap eyang.ucap Rafa”.
“Hemb J..eyang mau sekalian liat perusahaan kita
yang ada di Amerika.terang eyang putri”.
“Tapi...kan
eyang,Rafa siapa yang jaga klau Arifha sama Yuri ke sekolah?tanya Rafa”.
“Loh,assistan
Yuri kan bisa minta tinggal disini aja buat temenin kamu.jawab eyang putri”.
“Hmm..ya
udah deh”.
“Eyang ke
belakang dulu ya”.
“iya eyang”.
Sepeninggalan
eyang putri,Rafa merenung terus.Entah apa yang sedang ia renungkan.apakah ada
yang ia rasa tidak enak dalam benaknya nanti selama eyangnya tidak berada di
rumah.Tunggu terus kelanjutannya di Part.4
To be
continue...
No comments :
Post a Comment