Part.1
“Accident”
“Pokoknya
aku minta putus!titik.pinta Rafa”.
“Oke.Gue
akan kabulin permintaan loe.balas Danish”.
Rafa pun
pergi meninggalkan danish.Rafa yang kecewa,karena ternyata pacarnya telah
selingkuh dengan teman baiknya Rima.Rafa menyesal dan terus menyalahkan
dirinya.Sementara itu,Ia tidak sadar bahwa ada mobil yang melaju dan menabrak
dirinya.
BRRAKKK!!!
Ciet.
“Aduh.dasar
sial.ucap orang yang menabrak Rafa itu”.
Karena di
tempat kejadian itu jalan sepi dan disekeliling tidak ada orang lain,maka orang
itu turun dan mengangkat Rafa ke dalam mobil untuk di bawa kerumah sakit
terdekat.Setelah sampai,orang itu langsung meminta suster agar membawa Rafa ke
ruang UGD.
“Siapa
keluarga dari pasien ini.tanya dokter”.
“Saya
dok,bagaimana keadaannya,dok?.jawab orang itu dengan panik”.
“Untung anda
membawanya cepat.Sekarang kondisinya masih lemah dan sekarang dia masih dalam
keadaan pingsan.terang dokter”.
Orang yang
membawa Rafa terduduk dan lemas serta panik karena ia baru saja hampir
menghilangkan nyawa seseorang.
Dilain
sisi.Seorang gadis bertampang manis dan cantik sedang menunggu jemputannya di
bandara SoekarnoHatta.
“Lama banget
nih jemputannya.ucapnya sambil menoleh kekanan kekiri”.
“Apa perlu
gue telepon aja ya.ucapnya”.
Takseberapa
lama pun mobil yang ia tunggu datang.
“Maaf Non
Yuri,saya teh baru jemput sekarang.ucap sopir itu”.
“Yaudah
enggak apa-apa kok,Pak.balasnya.
“Aduh
non.jangan panggil saya bapak atuh.Panggil saya mamang Surata saja”.
#laugh#
“yaudah deh
pak,eh mang.Kita cabut sekarang.ajaknya”.
Diperjalanan
si mamang Surata bertanya terus kepada Yuri,sampai Yuri bosan mendengarkan
ocehannya.
“Eh Non Yuri
teh udah punya pacar ya?tanya Surata”.
“Loh kok
mamang tanya begituan sih?tanya Yuri balik”.
“Eh,enggak
non,enggak.Maksud mamang teh si enon udah punya pacar belom?jelasnya”.
“Belum.jawab
Yuri sambil melihat pemandangan kota jakarta dari dalam mobil”.
“Hah..si
enon teh belum punya pacar.seru Surata”.
“Emang
kenapa mang?ada yang salah gitu?tanya Yuri”
“Enggak sih
non.Tapi...enon kan udah 2 tahun tinggal di Jepang,masa enggak ada orang yang
enon suka gitu di sana?tanya Surata lagi”.
“Suka?Kalau
sekarang sih enggak ada mang.jawab Yuri dengan tangan berlipat di dada”.
Karena asik
melamun,Yuri tidak sadar kalau dia telah sampai di rumah.habisan sih dengerin
mamang Surata terus dari tadi yang ngoceh dan bertanya dari sabang sampai
merauke.Padahal mah yang diomongin juga tentang itu-itu aja.Banyak diulang.Yah
kadang-kadang mamang Surata suka lemot kalau di ajak bicara,maklum umurnya
sudah 50 tahun.Kira-kira dari umur 35 tahun mamang Surata mengabdikan diri
sebagai sopir pribadi dengan istrinya teteh Ainun yang sebagai pembantu di
rumah Yuri.
“Non.Enon.Non
Yuri,kita teh sudah sampai di rumah enon.panggil Surata”.
“Eh.iya
mang.jawab Yuri”.
Didepan
rumahnya,Yuri di sambut hangat oleh Eyang Putri dan Eyang Kakungnya.
“Halo.sapa
kedua eyangnya”.
Yuri pun
membalas sapaan itu dengan senyuman.
“Aduh-aduh.ternyata
cucu eyang sudah kelihatan tambah dewasa.tutur eyang putri”.
“iya.makin
cantik lagi.tambah eyang kakung”
“Ahh,sudah
dong eyangku.balas Yuri sambil mencium kedua pipi eyangnya”.
“Surata.Ayo
diangkat barangnya,jangan bengong saja.ucap eyang kakung”.
“Ehh,iya
tuan.ucap Surata”.
“Ayo Yuri
kita masuk kedalam aja.ajak eyang putri beserta eyang kakung”.
“eleh-eleh,gelis
pisan euy non Yuri ya?dia habis pulang dari jepang.ucap Surata”.
“aduh,Surata!kamu
teh kerjaannya mikirin cewek terus atuh ya.Ini ayo cepat bawa barang-barang non
Yuri masuk ke dalam.Ntar kamu di marahin sama tuan besar baru tahu rasa kamu ya
Surata!teriak Ainun dari teras rumah”.
“Iya iya.ini
juga aku angkatin.jawab Surata”.
Disisi
lainnya lagi,Ada seorang gadis tidak kalah menariknya.Cewek ini bernama
Arifha.Salah satu Kapten Cheeleders di SMU HARAPAN.
“Fha,kamu
teh enggak capek atuh latihan terus dari tadi.tanya temannya yang berlogat
sunda”.
“Hehe..capek
juga sih,tapi kan sebentar lagi ada pertandingann Cheeleders antar
SMU,Mir.jawab Arifha”.
“Oh..iya
ya.yaudah kalau gitu lo terusin aja.ucap Mirna”.
“Akhirnya
loe sadar juga.ucap cowok yang menabrak Rafa”.
“Sorry ya,gue enggak sengaja nabrak loe tadi
di jalan.tutur cowok itu”.
“Ya.nggak
apa-apa kok,tapi lain kali kalo nyetir hati-hati.untung gue enggak lapor lo
kepolisi.ucap Rafa yang sudah sepenuhnya sadar”.
“Iya.lain
kali gue hati-hati kok.tuturnya dengan lembut”.
“Aauuww..keluh
Rafa”.
“Eits...Loe
jangan banyak gerak.Luka loe masih belum sembuh.ucap cowok itu”.
“Uh..sakit.Thanks
ya udah mau bertanggub jawab.ucap rafa kepada cowok itu”.
“hehe..balasnya
dengan tawa bangga”.
“Weits...tapi
ingat loe harus antarin gue pulang.ucap Rafa lagi”.
“Hm..oke
deh.jawabnya”.
Sementara
itu,sang kapten cheeleders beserta anggotanya memutuskan sampai disini dulu
latihannya.
“Oke.sekian
dulu latihan kita hari ini.besok kita latihan lagi di sini seperti jam
biasa.Atas perhatiannya sampai bertemu kembali.See ya.tutur Arifha”.
***
“Eyang!Arifha
pulang nih!teriak Arifha sesampainya dirumah”.
“Eh..cucu
eyang udah pulang to.ujar eyang kakung”.
“hehe..iya
dong.balas Arifha bangga”.
“Eh..itu si
Yuri udah pulang dari Jepang.ucap eyang putri dari bilik dapur”.
“Yuri?dia
udah pulang?Wah asyik nih ada teman.ucap Arifha sambil menuju ke kamar Yuri”.
“Eh eh
eh..kamu mau kemana Arifha?tanya eyang kakung”.
“Mau ke
kamar Yuri yang.Emang kenapa?jawab Arifha”.
“Aduh enggak
usah diganggu dulu,mungkin Yuri masih capek setelah perjalanan panjang.ujar
eyang putri”.
“Ah..cuma
sebentar to eyang”.
“Jangan,Arifha.kasian
Yuri ntar makin kecapean lagi.ucap eyang putri lagi”.
“ aduh
biarin aja,Arifha kangen kali sama sodaranya.biarin aja.ucap eyang kakung
menyuruh Arifha”.
“Tapi...
“Udah enggak
apa-apa to Ningsih.tutur eyang kakung kepada istrinya”.
Dari pada
mendengar ocehan eyang kakung sama eyang putri,Arifha langsung pergi ke kamar
Yuri.
Dukdukdukduk,hentakan
kaki Arifha menaiki tangga.
Tok tok tok
“siapa?tanya
Yuri dari dalam kamar”.
“Ini aku
Arifha.jawab Arifha”.
“Oh ya silah
kan masuk aja.pintu nya enggak dikunci kok.Ucap Yuri”.
Kiek..bruk!
“hey,selamat
datang ya di rumah kembali.ucap Arifha”.
“ahahah..telat
loe ah..orang gue udah datang dari 4 jam yang lalu.terang Yuri”.
“oh
ya.sekarang jam berapa?tanya Arifha”.
“jam 7.jawab
Yuri”.
“Wah..sorry
ya gue enggak bisa jemput loe tadi di bandara.soalnya gue sibuk....
“Udah,enggap
apa-apa kok.tadi juga eyang enggak jemput gue.putus Yuri”.
“Eh..oh
ya..Rafa mana?kok aku enggak liat dari tadi siang.tanya Yuri”.
“tadi pagi
sih dia pergi sama pacarnya.tau tuh kemana.jawab Arifha”.
“ohh...
Tiba-tiba
saja eyang teriak dari ruang tengah.Karena mendengar teriakan itu Arifha dan
Yuri bergegas turun dari kamar.
“ya ampuun
Rafa..isak tangis eyang putri”.
“Ada apa
eyang.sapa Arifha”.
“Eyang
kenapa.sambung Yuri”.
Arifha dan
Yuri pun kaget melihat sodaranya,rafa yang terbalut oleh perban.ternyata Rafa
diantar sama seoranag cowok.
“Rafa,cucu
eyang kenapa kamu?tanya eyang putri sambil menangis memeluk Rafa”.
“Hm...gini
eyang..Hm..sambung seorang lelaki”.
“Kamu apakan
cucu kesayanganku hah lelaki!bentak eyang kakung”.
“Sabar-sabar
eyang.lerai Yuri”.
“Biar Yuri
aja yang ngomong,eyang bawa Rafa ke dalam ya”.
“iya..awas
kamu bajingan.ucap eyang tak hentinya”.
“udah
eyang,Yuri aja.lerai Yuri”.
Lalu eyang
masuk bersama yang lain.tinggallan Yuri dan lelaki itu.
“Aduh
Rafa..”.
“Silahkan
duduk du...Elo!ucap Yuri kaget menatap wajah lelaki itu”.
“Elo.balas
lelaki itu”.
Mereka
berdua saling kaget.Ada apakah itu??tunggu lanjutannya di Part.2
To be
continue......
No comments :
Post a Comment