http://dl2.glitter-graphics.net/pub/1973/1973902cqx9dz8xe7.gif

Sunday, 27 January 2013

three season love



Part.1 “Accident”

“Pokoknya aku minta putus!titik.pinta Rafa”.
“Oke.Gue akan kabulin permintaan loe.balas Danish”.
Rafa pun pergi meninggalkan danish.Rafa yang kecewa,karena ternyata pacarnya telah selingkuh dengan teman baiknya Rima.Rafa menyesal dan terus menyalahkan dirinya.Sementara itu,Ia tidak sadar bahwa ada mobil yang melaju dan menabrak dirinya.

BRRAKKK!!!

Ciet.
“Aduh.dasar sial.ucap orang yang menabrak Rafa itu”.

Karena di tempat kejadian itu jalan sepi dan disekeliling tidak ada orang lain,maka orang itu turun dan mengangkat Rafa ke dalam mobil untuk di bawa kerumah sakit terdekat.Setelah sampai,orang itu langsung meminta suster agar membawa Rafa ke ruang UGD.

“Siapa keluarga dari pasien ini.tanya dokter”.
“Saya dok,bagaimana keadaannya,dok?.jawab orang itu dengan panik”.
“Untung anda membawanya cepat.Sekarang kondisinya masih lemah dan sekarang dia masih dalam keadaan pingsan.terang dokter”.
Orang yang membawa Rafa terduduk dan lemas serta panik karena ia baru saja hampir menghilangkan nyawa seseorang.

Dilain sisi.Seorang gadis bertampang manis dan cantik sedang menunggu jemputannya di bandara SoekarnoHatta.

“Lama banget nih jemputannya.ucapnya sambil menoleh kekanan kekiri”.
“Apa perlu gue telepon aja ya.ucapnya”.

Takseberapa lama pun mobil yang ia tunggu datang.

“Maaf Non Yuri,saya teh baru jemput sekarang.ucap sopir itu”.
“Yaudah enggak apa-apa kok,Pak.balasnya.
“Aduh non.jangan panggil saya bapak atuh.Panggil saya mamang Surata saja”.
#laugh#
“yaudah deh pak,eh mang.Kita cabut sekarang.ajaknya”.

Diperjalanan si mamang Surata bertanya terus kepada Yuri,sampai Yuri bosan mendengarkan ocehannya.

“Eh Non Yuri teh udah punya pacar ya?tanya Surata”.
“Loh kok mamang tanya begituan sih?tanya Yuri balik”.
“Eh,enggak non,enggak.Maksud mamang teh si enon udah punya pacar belom?jelasnya”.
“Belum.jawab Yuri sambil melihat pemandangan kota jakarta dari dalam mobil”.
“Hah..si enon teh belum punya pacar.seru Surata”.
“Emang kenapa mang?ada yang salah gitu?tanya Yuri”
“Enggak sih non.Tapi...enon kan udah 2 tahun tinggal di Jepang,masa enggak ada orang yang enon suka gitu di sana?tanya Surata lagi”.
“Suka?Kalau sekarang sih enggak ada mang.jawab Yuri dengan tangan berlipat di dada”.

Karena asik melamun,Yuri tidak sadar kalau dia telah sampai di rumah.habisan sih dengerin mamang Surata terus dari tadi yang ngoceh dan bertanya dari sabang sampai merauke.Padahal mah yang diomongin juga tentang itu-itu aja.Banyak diulang.Yah kadang-kadang mamang Surata suka lemot kalau di ajak bicara,maklum umurnya sudah 50 tahun.Kira-kira dari umur 35 tahun mamang Surata mengabdikan diri sebagai sopir pribadi dengan istrinya teteh Ainun yang sebagai pembantu di rumah Yuri.

“Non.Enon.Non Yuri,kita teh sudah sampai di rumah enon.panggil Surata”.
“Eh.iya mang.jawab Yuri”.

Didepan rumahnya,Yuri di sambut hangat oleh Eyang Putri dan Eyang Kakungnya.

“Halo.sapa kedua eyangnya”.
Yuri pun membalas sapaan itu dengan senyuman.
“Aduh-aduh.ternyata cucu eyang sudah kelihatan tambah dewasa.tutur eyang putri”.
“iya.makin cantik lagi.tambah eyang kakung”
“Ahh,sudah dong eyangku.balas Yuri sambil mencium kedua pipi eyangnya”.
“Surata.Ayo diangkat barangnya,jangan bengong saja.ucap eyang kakung”.
“Ehh,iya tuan.ucap Surata”.
“Ayo Yuri kita masuk kedalam aja.ajak eyang putri beserta eyang kakung”.

“eleh-eleh,gelis pisan euy non Yuri ya?dia habis pulang dari jepang.ucap Surata”.
“aduh,Surata!kamu teh kerjaannya mikirin cewek terus atuh ya.Ini ayo cepat bawa barang-barang non Yuri masuk ke dalam.Ntar kamu di marahin sama tuan besar baru tahu rasa kamu ya Surata!teriak Ainun dari teras rumah”.
“Iya iya.ini juga aku angkatin.jawab Surata”.

Disisi lainnya lagi,Ada seorang gadis tidak kalah menariknya.Cewek ini bernama Arifha.Salah satu Kapten Cheeleders di SMU HARAPAN.

“Fha,kamu teh enggak capek atuh latihan terus dari tadi.tanya temannya yang berlogat sunda”.
“Hehe..capek juga sih,tapi kan sebentar lagi ada pertandingann Cheeleders antar SMU,Mir.jawab Arifha”.
“Oh..iya ya.yaudah kalau gitu lo terusin aja.ucap Mirna”.

“Akhirnya loe sadar juga.ucap cowok yang menabrak Rafa”.
 “Sorry ya,gue enggak sengaja nabrak loe tadi di jalan.tutur cowok itu”.
“Ya.nggak apa-apa kok,tapi lain kali kalo nyetir hati-hati.untung gue enggak lapor lo kepolisi.ucap Rafa yang sudah sepenuhnya sadar”.
“Iya.lain kali gue hati-hati kok.tuturnya dengan lembut”.
“Aauuww..keluh Rafa”.
“Eits...Loe jangan banyak gerak.Luka loe masih belum sembuh.ucap cowok itu”.
“Uh..sakit.Thanks ya udah mau bertanggub jawab.ucap rafa kepada cowok itu”.
“hehe..balasnya dengan tawa bangga”.
“Weits...tapi ingat loe harus antarin gue pulang.ucap Rafa lagi”.
“Hm..oke deh.jawabnya”.

Sementara itu,sang kapten cheeleders beserta anggotanya memutuskan sampai disini dulu latihannya.

“Oke.sekian dulu latihan kita hari ini.besok kita latihan lagi di sini seperti jam biasa.Atas perhatiannya sampai bertemu kembali.See ya.tutur Arifha”.

***

“Eyang!Arifha pulang nih!teriak Arifha sesampainya dirumah”.
“Eh..cucu eyang udah pulang to.ujar eyang kakung”.
“hehe..iya dong.balas Arifha bangga”.
“Eh..itu si Yuri udah pulang dari Jepang.ucap eyang putri dari bilik dapur”.
“Yuri?dia udah pulang?Wah asyik nih ada teman.ucap Arifha sambil menuju ke kamar Yuri”.
“Eh eh eh..kamu mau kemana Arifha?tanya eyang kakung”.
“Mau ke kamar Yuri yang.Emang kenapa?jawab Arifha”.
“Aduh enggak usah diganggu dulu,mungkin Yuri masih capek setelah perjalanan panjang.ujar eyang putri”.
“Ah..cuma sebentar to eyang”.
“Jangan,Arifha.kasian Yuri ntar makin kecapean lagi.ucap eyang putri lagi”.
“ aduh biarin aja,Arifha kangen kali sama sodaranya.biarin aja.ucap eyang kakung menyuruh Arifha”.
“Tapi...
“Udah enggak apa-apa to Ningsih.tutur eyang kakung kepada istrinya”.

Dari pada mendengar ocehan eyang kakung sama eyang putri,Arifha langsung pergi ke kamar Yuri.
Dukdukdukduk,hentakan kaki Arifha menaiki tangga.

Tok tok tok
“siapa?tanya Yuri dari dalam kamar”.
“Ini aku Arifha.jawab Arifha”.
“Oh ya silah kan masuk aja.pintu nya enggak dikunci kok.Ucap Yuri”.
Kiek..bruk!

“hey,selamat datang ya di rumah kembali.ucap Arifha”.
“ahahah..telat loe ah..orang gue udah datang dari 4 jam yang lalu.terang Yuri”.
“oh ya.sekarang jam berapa?tanya Arifha”.
“jam 7.jawab Yuri”.
“Wah..sorry ya gue enggak bisa jemput loe tadi di bandara.soalnya gue sibuk....
“Udah,enggap apa-apa kok.tadi juga eyang enggak jemput gue.putus Yuri”.
“Eh..oh ya..Rafa mana?kok aku enggak liat dari tadi siang.tanya Yuri”.
“tadi pagi sih dia pergi sama pacarnya.tau tuh kemana.jawab Arifha”.
“ohh...

Tiba-tiba saja eyang teriak dari ruang tengah.Karena mendengar teriakan itu Arifha dan Yuri bergegas turun dari kamar.

“ya ampuun Rafa..isak tangis eyang putri”.
“Ada apa eyang.sapa Arifha”.
“Eyang kenapa.sambung Yuri”.
Arifha dan Yuri pun kaget melihat sodaranya,rafa yang terbalut oleh perban.ternyata Rafa diantar sama seoranag cowok.
“Rafa,cucu eyang kenapa kamu?tanya eyang putri sambil menangis memeluk Rafa”.
“Hm...gini eyang..Hm..sambung seorang lelaki”.
“Kamu apakan cucu kesayanganku hah lelaki!bentak eyang kakung”.
“Sabar-sabar eyang.lerai Yuri”.
“Biar Yuri aja yang ngomong,eyang bawa Rafa ke dalam ya”.
“iya..awas kamu bajingan.ucap eyang tak hentinya”.
“udah eyang,Yuri aja.lerai Yuri”.
Lalu eyang masuk bersama yang lain.tinggallan Yuri dan lelaki itu.
“Aduh Rafa..”.

“Silahkan duduk du...Elo!ucap Yuri kaget menatap wajah lelaki itu”.
“Elo.balas lelaki itu”.
Mereka berdua saling kaget.Ada apakah itu??tunggu lanjutannya di Part.2

To be continue......

No comments :

Post a Comment